Monday, April 8, 2019

Cerita Hantu Seram Misteri

Alkisah…
Genti ini cewek sebatang kara, LOLs. Udah 3 tahun ini doi kerja sebagai perawat di negeri jiran. Suatu hari, suaminya nelpon. Suaminya ini namanya karyo. Dia minta genti balik ke tanah air, karena skrg dia udah punya rumah sendiri. Genti pun nurut.
Singkat cerita, genti pun balik tuh guys ke tanah air, tepatnya di garut. Suaminya ngasih alamat rumah baru mereka di daerah (sensor). Genti sama karyo ini udah 4th nikah, tp blm dikaruniai anak. Waktu bapaknya meninggal, dia mutusin buat merantau jauh demi ngelupain duka. Sesudah muter2 nyari alamat, akhirnya genti ketemu rumahnya. Ew, ternyata rumahnya lumayan gede. Genti kaget, dong. Drmn karyo dpt semua ini?
“Ini rumah peninggalan orangtuaku. Meskipun dr sini jauh kemana2, tp disini nyaman. Ini jd rumah kita skrg,” Kata karyo waktu ditanya genti. Aneh, setau genti, orangtua karyo ga sekaya itu. Emang sih dia ga terlalu akrab sm mertuanya, tp dia cukup tau keadaan ekonomi mereka. Bangunan rumahnya emg udh tua, tp msh bagus. Banyak tanaman anggrek disana sini. Jenisnya mcm2. Itulah knp rumah ini dinamakn rumah anggrek.
Disinilah genti sama suaminya memulai hidup baru lg. Cuma berdua. Ga ada pembantu, ga ada satpam. Genti ga pernah mikir macem2 soal suaminya. Tapi, hal2 ganjil mulai terjadi nih selama beberapa hari genti tinggal di situ, guys. Genti ngerasa, rumah ini anggrek ini angker. Selama 3 hari ini, genti suka dihantui mimpi buruk. Udah gitu, mimpinya itu2 aja. Dia ngelihat penampakan orang bermuka rusak di rumah itu. Bukan cuma mukanya aja yg rusak, tapi semua badannya kelihatan kayak bekas dicabik2 parutan. Kebayang ga? Pokoknya, ancur abis.
Genti cerita ke suaminya. Tapi dia bilang, itu cm mimpi. Ga usah dihiraukan lah. Mending skrg mikirin momongan aja. Gitu katanya. Ehem.. Karyo emang ngidamin anak dari dulu. Cita2nya ga kesampean karena genti musti gawe di negeri orang. Genti pun mesem2. Terus, em el deh mrk..

Kamis malam. Jam 2 am. Lokasi: Rumah anggrek
Mimpi buruk itu lagi2 ngebangunin tidur genti sampe keluar keringat dingin. Heran, kenapa sosok itu muncul terus di mimpinya.. Luka2 rusak di tubuhnya makin kesini kelihatan makin busuk dan menghitam, persis luka bakar hebat. Genti bergidik. Entah apa yg mau disampein sosok itu, tiap hari ga pernah absen nge-stalk tidurnya? Genti ngelirik suaminya. Dia pulas. Tiba2.. Byurrr byurrr! Genti mendengar suara orang mandi di toilet, ga jauh dr kamarnya! Genti shock dong? Siapa yg mandi tengah mlm gini? Di rumah itu cuma ada dia sama suaminya, karyo. Setau genti, karyo ga kedatangan tamu hari itu. Genti merinding. Byurr byurrrr! Suara air dari gayung makin nyaring kedengeran. Genti kalut ga karuan, tp penasaran. Mau bangunin suaminya, ga enak.
Lama2, genti pun memberanikan diri keluar dr kamar buat ngecek. Sebenernya dia ga terlalu penakut. Dia cm mau memastikan keadaan aja. Sambil mengendap2, genti menghampiri toilet. Rupanya pintu toiletnya ga ditutup. Setengah terbuka gitu, guys. Suara air msh kedengeran. Genti makin penasaran, dong. Kalo pintunya kebuka, justru malah bikin dia gampang melihat dr luar. Lagi2 genti bergidik ngeri. Sebenernya dia takut, tapi dia mau tau, siapa yg mandi tengah malam di toiletnya. Pokoknya genti penasaran abis!
Genti jalan perlahan menghampiri toilet. Dia nyembulin kepalanya kearah pintu. Anjritt!! ternyata memang ada yg lg mandi, guys! “Panas! Panass! Panass!” Genti mendengar orang yg lg mandi itu mendesis panik sambil mengguyur badannya pake air. Suaranya jelas bgt. Suara itulah yg bikin genti yakin kalo di toilet itu memang lg ada orang! Genti makin penasaran. Kepalanya makin menyembul mendekati pintu. Jantung genti berdegup jahanam! Dia melihat bagian belakang orang itu. Semua permukaan badannya habis dipenuhi luka bakar. Dari bentuk lukanya, orang itu terlihat seperti sosok yg sering muncul di mimpinya. Genti menahan nafas sambil trs memperhatikan si sosok.
“Panas! Panasss!! PANAAASSS!!” Teriak sosok itu sambil membalikan badannya ke arah genti. Matanya melotot seolah mau menerkam genti. Genti menjerit sekuat tenaga, lalu pingsan di tempat. Persis! Bentuk muka yg hancur itu memang sosok yg sering muncul di mimpinya.
 “Tadi pagi mas nemuin kamu pingsan di depan kamar mandi. Ada apa, dek?” Tanya karyo besok paginya. Genti nangis kejer. Genti pun nyeritain kejadian semalam. Tentang sosok yg ada di mimpinya, sampe sosok itu keluar dr mimpinya untuk numpang mandi.
“Aku yakin, orang itu mau menyampaikan sesuatu padaku, mas, makanya dia muncul tiap malam. Sebenarnya siapa dia, mas?” Tanya genti.
“Mana mas tau, dek. Sudah. Kamu yg sabar ya. Nanti aku cari tahu sama ibu di kampung. Yg penting, km pikirin momongan itu, ya?” Jawabnya.
Karyo lagi ngidam punya janin. Tiap ngobrol sm istrinya pasti ngomongin anak. Buat dia, mimpi buruk istrinya ga lebih penting dr impiannya.

Malam berikutnya..
Lagi2 mimpi itu datang lagi. Tapi, kali ini genti melihat kobaran api yg besar. Dia melihat seorang wanita sedang dilalap api. Wanita itu berteriak2 minta tolong sambil menyebut nama suaminya,
 “Mas karyoooo!!” Jeritnya. Mimpi itu makin hari makin jelas. Kobaran api makin membesar. “Raselaa! Raselaaa!!” Teriak seseorang yg ternyata suami genti, karyo. Genti cm mendengar suaranya saja.
Lalu, mimpi itu memperlihatkan arah jendela. Genti bisa melihat suaminya sedang berusaha mendobrak pintu. Begitu pintu berhasil didobrak, genti bangun dr tidurnya. Nafasnya ngos-ngosan. Hilang. Dia ga bisa melihat kelanjutan mimpinya. Genti bergegas ke toilet. Mimpi itu membuat hatinya gelisah skrg. Jadi, sosok yg dia lihat di kamar mandi itu rasela? Siapa dia? Ada hubungan apa dengan suaminya? Kenapa dia muncul terus di mimpinya? Bukan di mimpi suaminya? Genti mulai cemas. Mungkinkah suaminya selama ini berkhianat? Pikiran itu mmbuat genti mual. Lalu dia muntah2, spt org tengah hamil muda.
Besoknya genti diam. Dia ga menceritakan soal mimpi itu ke suaminya. Entah kenapa, dia takut mendengar jawabannya. Untuk menjernihkan pikirannya, genti pun jalan2 keluar. Suaminya masih tidur. Genti meninggalkannya sendirian. Setelah berjalan beberapa lama, genti pun mampir di warung kecil. Di sana dia menanyakan soal rumah anggrek itu.
“Bu, ibu tahu rumah anggrek yg di ujung jalan ini ga?” Tanya genti. “Tahu, mbak. Memangnya kenapa?” Jawab si ibu.
“Yang tinggal di rumah itu sebelum saya, siapa. Ya?” Tanya genti lg. “Haa?! Mbak tinggal di rumah itu??!!” Jawab si ibu terperanjat.
“Iya, bu. Memangnya kenapa?” Genti panik. “Rumah itu bukannya sudah hangus ya? Tadi sy lewat masih belum direparasi, kok.” Degg! Jantung genti berdegup.
“Maksud ibu apa??” Sungutnya. “Setahun lalu ada kebakaran besar di rumah itu, mbak .Kebakaran itu menewaskan pemilik rumahnya,” Terang si ibu. “Astaghfirullah! Siapa namanya?” Sahut genti. “Namanya nyonya rasela.”
Persis seperti dugaan genti! Rasela itu memang terkait sama mimpi2nya selama ini. Tenggorokan genti tercekat. Dia terlihat menahan tangis.
“Oya. Kalo orang yg bernama karyo itu siapanya bu rasela, ya? Ibu tahu?” Selidik genti. “Tahu. Dia itu suami barunya. Waktu kebakaran itu terjadi, mereka baru menikah sekitar 2 bulanan. Karyo itu suami mudanya. Usia mereka terpaut 20tahun.” Terangnya.
Sudah kuduga! Dasar bajingan! Umpat genti dalam hati. Ternyata semua prasangkanya benar. Rumah itu memang bukan peninggalan orgtuanya. “Jadi mereka menikah, bu?” “Iya, mbak. Waktu kejadian kebakaran itu, bu rasela sdg hamil muda. Pak karyo jg ada di tempat kejadian .Pak karyo berusaha menyelamatkan bu rasela demi bayinya. Tapi naas, pak karyo juga ikut terbakar dan…” Si ibu ga melanjutkan ucapannya.
“Dan kenapa, bu?!” Pekik genti. “Iya, mbak. Demi menyelamatkan bayi dlm kandungan istrinya, pak karyo juga ikut tewas terbakar. Kasihan..” Genti terbelalak sejadi2nya, lalu muntah2 di situ. Dia ga sanggup mempercayai kata2 si ibu warung itu. Genti jatuh tak sadarkan diri..
Sore harinya. Genti tampak berdiri di depan rumah anggrek itu. Mata hatinya sudah terbuka. Rumah asri itu skrg terlihat hanya puing2 saja. Air matanya mengambang. Dia mengenang saat2 masih bersama karyo. Sungguh, genta ga menyangka kejadian tragis itu menimpa org yg dicintainya. Genti memaafkan karyo. Arwahnya tdk bs tenang karena dia sangat menginginkan bayi. Genti tak menyalahkan karyo. Sungguh, semua ini salahnya. Kalau saja dia tak meninggalkan suaminya dulu, tentu tragedi ini tak akan terjadi. Air mata genti tumpah membasahi dasternya.
“Selamat tinggal, mas. Tenanglah disana. Bayi ini akan kujaga untuk memenuhi impianmu.. ” Gumam genti seraya mengelus perutnya. – end

Jadi itu bayi setan, dong? Bagian ini ga usah dipikirin. Yg musti km pikirin adalah, tak ada mimpi yg tak bisa terwujud. #pesanmoril


 

No comments:

Post a Comment